Jombang, Informasipro– RSUD Ploso kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dengan menghadirkan berbagai inovasi menarik. Dalam Forum Konsultasi Publik RSUD Ploso 2025 yang digelar pada 5 Agustus 2025 di Ruang Pertemuan CSSD lantai 2, Direktur RSUD Ploso, dr. Hendri Marzuki, memaparkan reviu terbaru Standar Pelayanan Publik yang telah diperbarui untuk menjawab kebutuhan masyarakat masa kini.
Acara ini (05/07/2025) dihadiri sekitar 50 peserta, termasuk perwakilan dari RSUD Jombang, camat, kepala puskesmas, kepala desa, serta seluruh jajaran tim medis dan staf RSUD Ploso. Salah satu sorotan utama dalam forum ini adalah pemaparan berbagai layanan spesialis unggulan yang dimiliki RSUD Ploso, mulai dari ortopedi, mata, syaraf, paru, hingga kulit. RSUD Ploso juga membanggakan layanan YANKESTRAD, sebuah fasilitas pengobatan tradisional yang belum tersedia di rumah sakit lain di wilayah Jombang.

Menurut drg. Jerry Saifudin, Humas RSUD Ploso, salah satu hal unik lainnya adalah penamaan ruang rawat inap yang terinspirasi dari nama-nama sungai di Indonesia. Rawat Inap Non-Isolasi diberi nama “Bengawan Solo”, Rawat Inap Isolasi “Indragiri”, dan Rawat Inap Bersalin “Martapura”, menciptakan suasana yang lebih akrab dan berkesan bagi pasien dan pengunjung.
RSUD Ploso juga memperkenalkan alat kesehatan canggih seperti Mamografi, sebuah teknologi pencitraan sinar X untuk deteksi dini kanker payudara. Ini adalah perangkat yang masih jarang dimiliki rumah sakit lain di daerah ini.
Tak hanya itu, Kepala Instalasi Farmasi RSUD Ploso memaparkan keberhasilan program Sitarobmanis (Sistem Antar Obat Aman dan Gratis), yang mengalami peningkatan pengguna hingga 106% dibandingkan tahun 2023. Pada tahun 2024, program ini telah menjangkau lima kecamatan sekitar, yaitu Kabuh, Plandaan, Tembelang, Kudu, dan Megaluh.
Dalam forum tersebut, Saean Efendi, Kasubag Tata Usaha, yang bertindak sebagai moderator, menegaskan komitmen rumah sakit untuk semakin ramah terhadap penyandang disabilitas. Sementara itu, perwakilan RSUD Jombang, dr. Ferry, menyarankan agar RSUD Ploso melengkapi titik-titik pelayanan dengan huruf braille, demi memberikan akses informasi yang setara bagi pasien tunanetra.
Dengan berbagai gebrakan ini, RSUD Ploso semakin memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan yang inovatif, inklusif, dan berorientasi pada kualitas layanan. Masyarakat pun dapat menaruh harapan besar pada rumah sakit ini sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di wil
ayah Jombang.









