Jombang Fokus Percepat Program Bongkar Ratoon, Target 2.500 Hektare pada 2025

- Jurnalis

Kamis, 16 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jombang, Informasipro.com – Pemerintah Kabupaten Jombang menargetkan pelaksanaan program bongkar ratoon (BR) tebu seluas 2.500 hektare pada tahun 2025 sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan swasembada gula nasional. Target tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Hilirisasi Komoditas Prioritas Perkebunan yang digelar pada Senin (22/9/2025).

 

Rakor yang dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri ini dihadiri sejumlah pejabat kementerian dan kepala daerah. Menteri Pertanian dalam arahannya menegaskan kembali amanat Presiden agar seluruh daerah berperan aktif dalam menyukseskan program hilirisasi sebagai strategi nasional menuju kemandirian pangan.

 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ronny, menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting bagi sektor pertanian nasional dengan capaian produksi padi sebesar 4 juta ton. Pemerintah pun menargetkan swasembada gula pada tahun 2028 sebagai langkah lanjutan dari program ketahanan pangan.

 

“Langkah strategis kami awali tahun ini melalui program bongkar ratoon tanaman tebu. Untuk Jombang, targetnya mencapai 2.500 hektare dengan pelaksanaan antara Oktober hingga November, dan diharapkan tuntas pada 2026,” jelas Ronny.

Baca Juga :  Pawai Budaya Gegap Gempita Setelah 31 Tahun Vakum di Desa Bandung  

 

Meski demikian, hingga minggu ketiga September 2025, realisasi bongkar ratoon baru mencapai 1.299 hektare berdasarkan laporan PPL dan petugas pabrik gula. Ronny menjelaskan, keterlambatan tersebut disebabkan sebagian besar petani sudah menanam tebu lebih awal pada Juni hingga Agustus.

“Sebagai bentuk dukungan, pemerintah memberikan bantuan bibit tebu senilai Rp10 juta per hektare, ditambah biaya tenaga kerja sebesar Rp4 juta per hektare bagi petani peserta program,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa semua pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah daerah, pabrik gula, Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), hingga TNI—telah berkomitmen memperkuat sinergi untuk memastikan target bongkar ratoon 2025 tercapai.

 

Selain fokus pada tebu, Ronny menegaskan bahwa komoditas unggulan utama di Jombang tetap padi dengan rata-rata luas tanam 75.000 hektare per tahun. Kabupaten Jombang bahkan termasuk dalam sepuluh besar daerah dengan luas tanam padi terbesar di Jawa Timur. Program andalan daerah ini adalah Budidaya Tanaman Sehat (BTS) yang menitikberatkan pada efisiensi biaya, hasil tinggi, dan keberlanjutan lingkungan.

 

Tidak hanya itu, Jombang juga terus mengembangkan komoditas hortikultura seperti durian lokal Wonosalam yang tengah diusulkan menjadi varietas nasional dengan nama “Durian Mrico”, serta pisang mas Wonosalam yang kini banyak diminati petani setempat.

Baca Juga :  Kirap Pusaka dan Budaya Desa Cupak Sukses Digelar 

 

Bupati Jombang, Warsubi, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan hilirisasi dan program bongkar ratoon sebagai bagian dari komitmen daerah dalam mewujudkan swasembada gula nasional.

 

“Kabupaten Jombang siap menyukseskan program ini melalui kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, pabrik gula, dan dukungan TNI. Dengan semangat gotong royong, kami optimis target yang ditetapkan dapat tercapai,” tegasnya.

 

Warsubi juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara produksi pangan pokok dan pengembangan komoditas unggulan daerah. Menurutnya, sinergi keduanya merupakan kunci dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

 

“Selain padi dan tebu, kami juga bangga dengan komoditas khas Jombang seperti kopi Excelsa Wonosalam yang telah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis. Hal ini menjadi bukti bahwa pertanian Jombang tidak hanya produktif, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Berita Terkait

Polres Jombang Tingkatkan Literasi Digital Pelajar melalui Sosialisasi dan Edukasi Paham AI
Bhabinkamtibmas Polsek Mojoagung Tinjau Lahan Jagung di Desa Betek
Desa Segodorejo kecamatan Sumobito Jombang Realisasikan Pembangunan Jalan Paving Lewat Progam Desa Mantra
Tiga Penghargaan Diraih Sekaligus, Dishub Jombang Bukti Kinerja Terbaik
Polres Jombang Ungkap Komplotan Curanmor, Empat Tersangka Ditangkap
Buka PERMATA CAI 2026, Wapres Ajak Santri Perkuat Karakter dan Keterampilan Wirausaha Untuk Hadapi Bonus Demografi
Perhutani KPH Jombang Sosialisasikan Larangan Sumur Bor Di Kawasan Hutan Ke Masyarakat
Kapolres Jombang Pimpin Sertijab Kasat Reskrim dan Sejumlah Kapolsek Jajaran

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Polres Jombang Tingkatkan Literasi Digital Pelajar melalui Sosialisasi dan Edukasi Paham AI

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:35 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Mojoagung Tinjau Lahan Jagung di Desa Betek

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:57 WIB

Desa Segodorejo kecamatan Sumobito Jombang Realisasikan Pembangunan Jalan Paving Lewat Progam Desa Mantra

Sabtu, 18 Juli 2026 - 05:45 WIB

Tiga Penghargaan Diraih Sekaligus, Dishub Jombang Bukti Kinerja Terbaik

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:41 WIB

Polres Jombang Ungkap Komplotan Curanmor, Empat Tersangka Ditangkap

Berita Terbaru