JOMBANG, Informasipro – Rabu (16/10/24) menjadi hari yang berbeda bagi puluhan anak usia dini di Jombang. Bertempat di Jombang Fast, tepatnya di alun-alun kota, mereka tidak hanya bermain dan bercengkerama, tetapi juga belajar sesuatu yang mungkin terdengar rumit bagi orang dewasa: pengelolaan sampah berkelanjutan.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang bekerja sama dengan Sanggar Hijau Indonesia (SHI) menggelar acara edukasi yang mengajarkan anak-anak bahwa sampah bukan sekadar barang buangan. Melalui metode yang menyenangkan dan interaktif, anak-anak diperkenalkan dengan konsep ‘Si BESUT’, sebuah akronim cerdas yang menggambarkan langkah-langkah pengelolaan sampah.
“Si BESUT bukan nama orang, lho,” jelas Ibu Shanti, ketua SHI, sambil tersenyum. “Ini singkatan dari ‘Siap pilah sampah, Bank sampah, Ecobrik, dan kompoS Untuk Tanaman’. Kami ingin anak-anak memahami bahwa mereka bisa menjadi pahlawan lingkungan dari rumah mereka sendiri.”
Dalam acara tersebut, anak-anak diajak untuk memilah sampah, membuat ecobrik dari plastik bekas, dan bahkan mencoba membuat kompos sederhana. Mata mereka berbinar-binar saat melihat bagaimana bungkus permen yang biasa mereka buang bisa disulap menjadi tas kecil yang cantik.
“Saya tidak tahu kalau sampah bisa jadi mainan!” seru Andi, salah satu peserta berusia 7 tahun, sambil memamerkan gantungan kunci buatannya dari tutup botol bekas.
Ibu Shanti menambahkan, “Dengan menerapkan Si BESUT, kita bisa mengurangi timbulan sampah hingga 70%. Bayangkan jika seluruh Jombang melakukannya!”
Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari orang tua. “Saya senang anak saya belajar ini sejak dini. Dulu kami hanya tahu membuang sampah, sekarang kami tahu cara mengelolanya,” ujar Ibu Marni, salah satu orang tua yang hadir.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang, Bapak Hadi, menyatakan komitmennya untuk memperluas program ini. “Kami akan membawa ‘Si BESUT’ ke sekolah-sekolah. Jombang harus jadi contoh dalam pengelolaan sampah,” tegasnya.
Dengan antusiasme yang ditunjukkan anak-anak dan dukungan dari berbagai pihak, Jombang sepertinya siap melangkah menuju kota yang lebih bersih dan berkelanjutan. Melalui ‘Si BESUT’, sampah tidak lagi menjadi masalah, tapi justru solusi kreatif yang menyatukan masyarakat.









